Jelang Pilkada 2020, Masyarakat Diminta Waspadai Hoax


Polsek Muara Pawan 
- Di minta kepada masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial (medsos) di tengah pandemi Covid-19 dan menjelang Pilkada 2020, pasalnya medsos sangat rawan dengan penyebaran berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech).

Anggota Polsek Muara Pawan Aipda Lukman Hakim, S.H mengatakan berita bohong dan ujaran kebencian selalu menumpang dengan peristiwa besar seperti pilkada dan pandemi virus corona.

"Hoax dan hate speech itu pasti dimainkan, karena keduanya itu hakikatnya menumpang pada gelombang (peristiwa besar). nah gelombang raksasa itu kan pandemi, kemudian datang lagi pilkada," ujar Lukman, Senin (19/10/2020).

Aipda Lukman Hakim, S.H menuturkan, di masa pilkada di tengah pandemi Covid-19 akan lebih rawan penyebaran berita bohong di media sosial, hal itu dikarenakan intrumen kampanye pilkada di daerah hampir seluruhnya menggunakan medsos

"Ini mau tidak mau, instrumen kampanye di daerah itu menggunakan media sosial. Akibatnya saling serang di medsos itu tidak terhindarkan. Problemnya kalau di daerah itu ibarat kalau berita hoax itu sampah digital dan yang nyuci (klarifikasi) itu tidak ada. Kalau di pusat (kota besar) mungkin itu banyak media-media besar seperti tv, media online ada bersihin. Tapi kalau di daerah hampir tidak ada yang membersihkan. Ini yang membuat hoax tumbuh subur di daerah, apalagi saat musim pilkada," kata Lukman.

Agar terhindar dari berita yang menyesatkan, Kapolsek Muara Pawan Ipda Bagus Tri Baskoro, S.H., M.Si meminta masyarakat agar memilah informasi dari sumber resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Untuk hindari itu, masyarakat pada saat membaca informasi pastikan dari sumber yang resmi, tutur Kapolsek.

Selain itu, platform medsos harus berperan aktif dalam menyeleksi informasi yang mengandung ujaran kebencian dan hoax.

"Kritik kita ke regulasi, bahwa UU (UU ITE) ini hanya mengatur 'penumpang' (pengguna medos). Bukan mengatur perusahaan medsos-nya " tutup Ipda Bagus Tri Baskoro. (lkm/mp**)

Komentar