POLISI MUARA PAWAN KAWAL DAN AWASI DISTRIBUSI BERAS SEJAHTERA



Muara Pawan - Kepolisian Sektor Muara Pawan terus mengawal dan mengawasi pendistribusian bantuan sosial (bansos) dari pemerintah Republik Indonesia dalam bentuk Beras Sejahtera (rastra) kepada masyarakat di desa - desa di Kecamatan Muara Pawan. Pengawasan dan pengawalan dilakukan untuk pastikan bansos rastra tersebut tersalurkan dan sampai pada warga penerima manfaat yang berhak.

Brigadir Polisi Isa Ansori, Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Pasar melakukan pengawasan pendistribusian bansos rastra mulai dari Gudang Bulog Ketapang pada saat rastra dimuat ke dalam truk pengangkut agar tepat jumlah, lalu dikawal hingga sampai ke Desa Tanjung Pasar. Karena kondisi infrastruktur  jalan yang tidak memungkinkan untuk pendistribusian sekaligus menggunakan truk, pendistribusian terpaksa dilakukan bertahap menggunakan mobil pick up.

Bansos Rastra yang diterima Desa Tanjung Pasar periode Januari - Mei 2019 sejumlah 720 (tujuh ratus dua puluh) karung dengan total berat 7.200 kg (tujuh ton dua ratus kilogram) untuk diserahkan kepada masyarakat penerima bansos rastra di Desa Tanjung  Pasar yang berjumlah  144 kepala keluarga.

Menurut Kapolres Ketapang AKBP Yury Nurhidayat, melalui Kapolsek Muara Pawan Ipda Bagus Tri Baskoro, kegiatan pengawalan dan pengawasan distribusi bansos Rastra yang dialkukan personilnya karena sebelumnya sudah ada kesepakatan (MoU) antara Kementrian Sosial Republik Indonesia dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Tujuan kesepakatan (MoU) tersebut dibuat adalah untuk memastikan bansos dari Pemerintah Republik Indonesia benar - benar sampai ke tangan rakyat yang berhak dan untuk menghilangkan potensi diselewengkan.

"Kita tidak ingin niat baik pemerintah dengan menyalurkan program Bansos ini yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat justru menimbulkan masalah lain. Seperti misalnya apabila bansos disalurkan tidak tepat sasaran, maka akan menjadi masalah hukum dan juga berpotensi menimbulkan masalah terhadap keamanan dan ketertiban di tengah - tengah rakyat," ujar Ipda Bagus menegaskan. (jh)


Komentar